Untuk membongkar Sekat/Tembok/Gunung penghalang Sukses, Kita harus melepaskan semua instruksi negative yang sudah menutup dan semakin menumpuk, menghalangi akses program sukses alamiah yang sudah ditulis. Usaha ini dinamakan pelepasan mental-mental blok. Ini harus dilakukan dalam kondisi khusu’/deep relaxation, karena yang akan kita munculkan lagi adalah jalan sukses yang sudah dimengerti Hati Bawah Sadar . Pelepasan ini dilakukan untuk membongkar Sekat Penutup yang menghalangi Energi masuk dan menyirami Hati Bawah Sadar. Secara Islam kondisi khusu’ ini akan tercipta setiap kali
melakukan dzikir yang dalam, menegakkan sholat secara khusu’ dan puncaknya ketika menunaikan sholat tahajud. Dalam hal ini saya akan menunjukkan tehnik pelepasan mental-mental blok dengan keajaiban sholat tahajud dan dzikir yang sangat khusu'. Ketika kita sholat secara sangat khusu’, secara otomatis Hati Bawah Sadar kita kita akan lebih mendominasi. Setelah sholat tahajud kita lakukan secara sangat khusu’, kita melanjutkan dengan dzikir yang sangat dalam. Kita nikmati dzikir tersebut. Kita akan merasakan Hati Bawah
Sadar kita akan semakin muncul dan semakin dominan. Tanda Hati Bawah Sadar sudah mendominasi adalah hati kita menikmati dzikir tersebut, terkadang kita sampai akan menangis karena teramat menikmatinya.
Dalam kondisi ini kita bisa melepas semua mental-mental blok bawah sadar kita yang sudah menumpuk sekian lama dan mungkin sudah mengeras bagaikan batu. Caranya kita tetap jaga kondisi ini, kita tetap menikmati dzikir kita dan semakin menikmati. Kemudian kita hadirkan semua orang-orang terdekat kita. Kita awali dari Ibu kita. Dalam kondisi yang teramat khusu’ tersebut kita bayangkan Ibu kita di depan kita. Kita hampiri Ibu kita, Kita cium tangan Ibu, kita menangis dan kemudian kita peluk Ibu kita. Dengan Hati yang sangat tulus kita minta maaf pada Ibu atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan secara sadar maupun tidak.
Mungkin kita pernah membuat kecewa hati Ibu, mungkin kita pernah membuat luka di hati Ibu. Itulah mental blok kita yang paling menghambat Jalan Sukses kita. Kita bayangkan secara tulus kita cium tangan Ibu, kita peluk dan kalau perlu kita bersimpuh di kaki ibu, kita menangis meminta maaf atas sikap dan prilaku masa lalu yang pernah menyakiti hati Ibu. Untuk melakukan itu semua kita harus mengikhlaskan juga memaafkan Ibu. Barangkali sebagai manusia Ibu pernah menyinggung hati kita, kita maafkan secara tulus, kita maklumi kondisi Ibu apa adanya, kita ikhlaskan dan kita rasakan bahwa hal itu hanyalah setitik kekhilafan Ibu di
tengah samudera kasih sayang Ibu membesarkan kita sampai dewasa sekarang ini. Kemudian kita berjanji, kita akan menjadi anak yang memang pantas dibanggakan olehnya. Kita akan menjadi manusia baru yang selalu mendoakannya. Kita berjanji tidak akan mengecewakan hati sosok mulia yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita dengan kasih sayang tiada tara. Kita yakini, Ibu kita memiliki harapan yang sangat besar pada anaknya setelah dewasa dan kita memeng pantas mempetanggungjawabkan harapan itu.
Kalau prosedur diatas benar-benar sudah kita jalanan, saya garansi, kita akan merasakan suasana hati yang luar biasa. Suasana hati yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mungkin perasaan yang sangat lega, mungkin hati yang sangat damai. Ini menunjukkan mental blok utama penghambat kesuksesan kita sudah terlepas. Tanpa melepas mental blok utama ini, sampai kapanpun kita tidak akan mencapai kesuksesan kita yang sebenarnya. Kalau kita melakukannya dengan tulus, 80% saya garansi bawah sadar kita akan menjadi lebih mendominasi. Selanjutnya kita tinggal melepaskan mental-mental blok yang lain. Untuk membereskan sisa mental blok lainnya kemudian kita bayangkan bapak kita dalam kondisi khusu’ tersebut. Kita hadirkan seolah-olah bapak kita ada di depan. Kita hampiri, kita menangis meminta maaf seperti sebelumnya kita juga meminta maaf kepada Ibu. Kita juga buat janji bahwa kita tidak akan mengecewakan lagi. Setelah itu kita hadirkan orang-orang terdekat kita yang lain. Mungkin istri kita, atau suami kita. Anak kita satu per satu kita hadirkan. Kita minta maaf dan juga memaafkan, apapun dan seberapapun kesalahan yang pernah terjadi. Kita hapus semua itu dengan rasa saying yang sangat mendalam kita terhadap mereka. Kemudian
kita hadirkan saudara-saudara kita, Kakak, Adik, Tetangga, Teman Kantor, Tetangga dan siapa pun yang mungkin pernah kita sakiti. Kita meminta maaf secara tulus dan kita doakan semoga kita semua diberi kesuksesan di masa datang. Pada waktu Anda membaca prosedur ini sekarang mungkin terasa berat. Bahkan teramat berat, terutama untuk memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Tapi dalam kondisi khusu’, saya jamin hal ini akan terasa jauh lebih ringan untuk dilakukan. Jangan bilang tidak mungkin sebelum mencobanya, Mental blok itu juga lah yang sebenarnya menghalangi itu terjadi. Mungkin sudah sangat lama terpendam dan menumpuk sehingga mengeras bagaikan batu. Kita harus coba lakukan dengan tulus, demi
kebaikan kita sendiri, demi kesuksesan kita yang sangat maksimal. Kita akan kaget setelah itu, banyak hal akan terjadi menuju kesuksesan kita secara kilat.
Kalau prosedur diatas benar-benar sudah kita jalankan, saya garansi, kita akan merasakan suasana hati yang lebih luar biasa lagi. Suasana hati yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mungkin perasaan yang sangat lega, mungkin hati yang sangat damai. Ini menunjukkan sisa mental blok penghambat kesuksesan kita sudah terlepas. Kalau kita melakukannya dengan tulus, 90% saya garansi bawah sadar kita akan menjadi semakin lebih mendominasi.
Kita bongkar kabut kotor yang selama ini menutup hati kita. Sebagian besar kita tidak menyadari adanya kabut kotor ini, tetapi ketika kita merasa berat melakukan langkah=langkah ini berarti kabut kotor memang ada di hati kita. Kita harus bongkar habis kabut kotor itu dengan 1 atau beberapa aktivitas berikut :
1. Menunaikan ibadah “secara khusu’ seperti sholat yang khusu’ dsb.
2. Dzikir.
3. Berbaik sangka kepada Tuhan atas semua hal yang telah dan akan terjadi.
4. Berbaik sangka kepada orang lain.
5. Berterimakasih dengan diucapkan secara tulus kepada orang lain.
6. Memuji kebaikan orang lain secara tulus.
7. Selalu memaafkan kesalahan orang lain secara tulus.
8. Ikut bahagia ketika orang lain bahagia.
9. Selalu tersenyum di bibir dan di hati (Caranya hanya dan sering
melihat/mendengar/membayangkan hal-hal yang bahagia/gembira saja)
Selamat mencoba

{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment